DI BALIK DIAM DITA
Karya : Shofi Nafisah
Kelas : 6 Faqus
Sekolah : SD Muhammadiyah 12 Pamulang
Dita adalah siswi kelas 6 yang pendiam, ia jarang berbicara. Dita selalu duduk di pojok kelas dan lebih suka membaca buku daripada bermain dengan teman-temannya. Karena sikapnya yang pendiam, beberapa anak mulai mengejeknya,
“Dita si kutu buku”
“Pasti gak punya temen tuh!”
Mereka menyembunyikan sepatu Dita, mencoret-coret bukunya, bahkan menirukan cara bicaranya yang pelan. Dita tidak melawan, ia hanya diam dan menahan air mata. Dita tidak pernah mengadukan semua perbuatan temannya kepada guru, bahkan ke orang tuanya pun tidak. Dita hanya menyimpannya sendiri dan menuliskan semuanya di buku hariannya setiap malam.
Suatu hari guru bahasa indonesia di sekolah Dita mengadakan lomba menulis cerita pendek, semua murid wajib mengikuti. Dita menyerahkan tulisannya diam-diam dan tanpa berharap banyak akan menang.
Seminggu kemudian, Guru membacakan pemenang lomba cerita pendek tersebut yang berjudul “ Aku Hanya Ingin di Terima”. Isi dari cerpen tersebut menceritakan tentang seorang anak yang terus-menerus di bully karena berbeda, dan bagaimana ia menyembunyikan kesedihannya di balik senyum palsu. Saat guru menyebutkan nama penulisnya, seluruh kelas terdiam “DITA” ucap guru. Beberapa siswa yang biasa membully Dita terdiam menunduk malu. Mereka tidak menyangka bahwa anak yang mereka ejek setiap hari menyimpan banyak luka dan kesedihan mendalam.
Setelah hari itu, segalanya telah berubah satu-persatu murid yang mengejek Dita mulai mendekati Dita, meminta maaf dan mengajaknya bermain. Dita tidak langsung membuka diri, tetapi senyum kecil di wajahnya menjadi awal dari lembaran baru.
Pesan Moral : jangan pernah menilai atau menyakiti seseorang hanya karena mereka berbeda. Kita tidak pernah tahu beban apa yang sedang mereka pikul.


Komentar
Posting Komentar