Misteri Kelas 6 Berhantu
Made seorang siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 12 Pamulang sedang bersiap untuk mengikuti perduha kelas 5 pada siang hari di hari jumat.
“Ayo Ayah nanti kita terlambat,” kata Made.
“Iya Made, sebentar lagi ayah keluar.” jawab Ayah Made.
Pada jam 2 siang pun, Made tiba di sekolah dan dia melihat teman sekelasnya yaitu Anfal.
“Anfal!!! serunya.
Anfal pun menengok dan melambaikan tangannya. Made menghampiri Anfal yang tengah berdiri di lorong lantai 1.
“Ayo ke kelas kita”, sahut Anfal.
“Ayo” Sahut Made.
Di kelas, mereka bertemu fatih dan Hedi.
“Hai”! kata Made.
“Halo”, seru Fatih dan Hedi.
setelah bersapaan, Made dan Anfal pun menaruh barang bawaannya. Tiba-tiba seorang guru masuk ke kelas lalu berkata, “Ayo kita upacara Pembukaan”.
“Baik!” sahut semua murid kelas.
Made, Hedi, Anfal dan Fatih pun juga ikut pergi kelapangan. Setelah tiba di lapangan, mereka pun bergabung dengan regu mereka masing-masing. walaupun berbeda regu, mereka tetap akrab tanpa membeda-bedakan. Setelah mereka berpisah, Made merasa sangat panas lalu ia berkata, “kenapa cuaca hari ini panas sekali ya Allah?”
Tiba-tiba Made melihat seseorang di barisan regu paling belakang seorang anak laki-laki tumbang hingga tak sadarkan diri. Made pun berteriak memanggil guru untuk menggotong tubuh seseorang yang ambruk itu. Setelah Made melihat tubuh seseorang yang ambruk itu dari dekat, ia menyadari bahwa itu adalah Anfal.
“Tidak mungkin Anfal bisa ambruk di tengah upacara padahal tadi aku melihatnya baik-baik saja” ujar Made.
Aku bertanya kepada Anfal, “kenapa ia bisa ambruk pada saat upacara pembukaan?”
lalu Anfal berkata, “Aku sangat pusing karena tadi lupa makan siang”.
“Seharusnya kamu tidak lupa makan siang Anfal,itu bisa membuat kamu lemas dan tidak punya tenaga,” kata Made.
“iya-iya,” balas Anfal.
“Ayo kita latihan yel-yel”. Ujar Made.
“Ayo!” sahut Anfal, Fatih dan Hadi.
Tepat pukul 17.30 mereka selesai latihan dan langsung bergegas mandi. Setelah mandi, mereka bersiap untuk melaksanakan sholat magrib dan di lanjutkan dengan makan malam. Setelah makan selesai, mereka pergi ke kelas 2 untuk melaksanakan sholat isya berjamaah tetapi tiba-tiba mereka mendengar teriakan dari lantai 3.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAA......” (teriakan)
“Ada apa ?” Tanya Made.
“Pi....pi...pintu kelas 6 paling ujung terbuka saat kami pergi mengecek, ada seorang perempuan memakai baju warna putih sedang berjalan berputar-putar. Saat kami mendekat, perempuan itu melihat ke arah kami lalu tertawa”. Ucap Kyan dan Rafi yang sedang berada di lantai 3.
Setelah itu Made, Hedi, Fatih dan anfal bertatapan seolah tahu apa yang harus dilakukan. lalu Made berkata “baiklah, setelah sholat isya bawa kami ke kelas itu”.
“Baik”, kata Rafi dan Kyan.
Setelah selesai sholat isya berjamaah, Anfal mengajak ketiga temannya yang lain yaitu Gibril, arif dan Dani untuk pergi ke kelas 6 dilantai 3. Pintu kelas 6 itu sudah terbuka, ketika Made dan teman-temannya masuk mereka tidak menemukan siapa-siapa di sana. Lalu Anfal berteriak dengan lantang, “KELUAR KAU MAKHLUK HALUS!!!”
Tapi tidak ada siapapun di dalam, Made lalu keluar dan berkata “ Kamu bohong ya?” tanya Made kepada Rafi.
“Tidak.....aku tidak bohong” Jawab Rafi.
Mereka semua meninggalkan ruang kelas 6 dan langsung ke acara pentas karena akan segera di mulai. Setelah menunggu sekitar 10 menit untuk tampil, akhirnya giliran Fatih, Made, Anfal dan Hedi tampil. Mereka tampil dengan sangat baik.
Sekitar jam 2 pagi acara telah selesai dan seluruh siswa di persilahkan ke kamar masing-masing untuk tidur. Ketika semua siswa telah tertidur termasuk Anfal, Hedi dan Fatih, namun Made masih terjaga ia sedang memikirkan apakah Kyan dan Rafi berbohong atau cerita itu memang benar?
Setelah lama berpikir, Made pun terlelap. Tiba-tiba Made terbangun karena di bangunkan oleh Hedi. Hedi berkata bahwa sudah sudah waktunya sholat tahajud. Hedi menyuruh Made cepat-cepat karena sudah terlambat.
Made dan Hedi lalu naik ke lantai 2 yang sudah penuh dengan anak murid lain yang sedang mengambil wudhu. Akhirnya setelah sholat tahajud di lanjutkan dengan sholat subuh berjamaah selesai, mereka langsung memakai baju olahraga untuk senam pagi.
Saat senam dimulai mereka melakukan gerakan senam bersama Pak Halim. Setelah mereka senam seluruh siswa disuruh untuk mandi, tetapi Made tidak mau mandi dulu karena nanti akan berkeringat lagi.
Saat yang lain sudah selesai mandi, Made menunggu fatih untuk mengambil makan. Made masih berfikir siapa sosok yang ada di kelas 6 yang pintunya terbuka itu. lalu Made merasa kalau Ia harus melaporkan hal tersebut ke guru.
Setelah selesai makan, Made dan teman-temannya melakukan expedisi pos 1 sampai pos 5. Setelah tiba di pos 5 Made baru sadar ternyata firasatnya benar bahwa di pos terakhir ini harus basah-basahan, untumgnya tadi Made belum mandi sehingga masih ada pakaian yang tersisa untuk di pakai nanti.
Setelah kegiatan ekspedisi selesai, tibalah pada acara yang di tunggu-tunggu yaitu pembagian piala untuk regu terbaik. Piala peserta terbaik putra di dapat oleh Made serta tim Made mendapat pula juara untuk yel-yel terbaik.
Sebelum mereka mengambil swafoto, Made melaporkan kejadian tadi malam kepada guru. Kemudian mereka mendatangi Kyan dan Rafi. Lalu guru itu berkata, “Apakah benar kalian melihat sosok perempuan di kelas 6?”.
lalu Kyan dan Rafi menjawab , “Se..... se.... sebenarnya kami hanya berbohong pak, untuk menakuti teman-teman saja”.
“Kalian tidak boleh seperti itu, karena akan membuat takut dan panik teman kalian yang lain”. Sahut guru.
“Baik pak, maafkan kami”. Jawab Kyan dan Rafi.
“Syukurlah akhir dari misteri ini tidak buruk, “ Kata Made.
Setelah melakukan swafoto bersama, acara perduha telah selesai, Made menunggu ayahnya untuk menunjukkan piala yang di dapatnya. Ia tidak sabar untuk berbagi cerita yang di dapat oleh kedua orang tuanya.


Komentar
Posting Komentar